Langsung ke konten utama
R88SLOT – Platform Game Online Modern dengan Pelayanan Cepat & Bonus Menarik

Penilaian pemain Inggris vs Jepang: Cole Palmer tampil buruk di Wembley sementara Phil Foden kembali gagal memuaskan saat laga pemanasan Piala Dunia berakhir dengan kekalahan yang mengecewakan

 

Di pertengahan babak pertama, Jepang berhasil memimpin. Cole Palmer dengan mudah kehilangan bola ke Kaoru Mitoma, yang memicu serangan balik cepat, yang pada akhirnya berujung pada gol sang pemain sayap Brighton yang menyambar umpan silang rendah dari Keito Nakamura di sayap kanan Inggris.

Inggris nyaris menyamakan kedudukan tak lama setelahnya ketika Jordan Pickford mengirim umpan panjang menakjubkan ke arah Anthony Gordon yang berlari di belakang barisan pertahanan tim tamu, bola akhirnya sampai ke Elliot Anderson di tepi kotak penalti, namun tendangan melengkungnya membentur mistar gawang. Jepang sendiri membentur tiang gawang menjelang akhir babak pertama ketika Ayase Ueda lolos dari perangkap offside dan tendangannya diblok oleh Ezri Konsa hingga membentur tiang.

Dengan waktu tersisa kurang dari 15 menit, Marcus Rashford melepaskan tendangan setengah voli keras yang membuat kiper Zion Suzuki harus bekerja keras, sementara Jarrod Bowen melepaskan tendangan rebound melebar saat berputar, saat Inggris akhirnya menunjukkan niat untuk mencari gol penyeimbang lagi.

Tuchel memasukkan Dan Burn dan Harry Maguire dari bangku cadangan untuk meningkatkan ancaman tendangan bebas tuan rumah, dan bek tengah Manchester United itu memiliki sundulan yang dihalau dari garis gawang beberapa detik setelah masuk, tetapi itu adalah peluang terdekat yang dimiliki The Three Lions untuk mencetak gol dan mereka dicemooh saat meninggalkan lapangan setelah empat menit tambahan waktu.

GOAL memberikan penilaian terhadap para pemain Inggris dari Stadion Wembley...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta! Semua Bek Takut dengan Lamine Yamal

R88SLOT -  Lamine Yamal   kembali menjadi pusat perhatian setelah mendapat pujian dari rekan setimnya di timnas Spanyol,   Aymeric Laporte . Pemain muda   Barcelona   itu disebut membuat para lawan merasa gentar setiap kali menguasai bola. Di usia 18 tahun, Yamal terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kemampuannya dalam menggiring bola bahkan kembali memunculkan perbandingan dengan legenda Argentina, Lionel Messi. Komentar tersebut datang di tengah performa impresif Yamal bersama klub dan tim nasional. Statistik dan pencapaiannya dalam dua musim terakhir memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola Eropa. ================================= Dari Debut di Usia 15 hingga Warisi Nomor 10 Yamal menjalani debut kompetitif bersama Barcelona saat baru berusia 15 tahun. Ketika itu, potensi besar sudah terlihat, meski belum banyak yang bisa memprediksi seberapa cepat ia akan berkembang. Tak sedikit pemain muda yang kesulitan berad...

Casemiro Gabung AC Milan? Begini Kata Fabrizio Romano

  R88SLOT.NET -  Pakar transfer Eropa,  Fabrizio Romano  buka suara terkait rumor  Casemiro  yang bakal bergabung dengan  AC Milan . Ia menyebut bahwa rumor itu sekedar angin lalu semata. Casemiro sudah memastikan diri cabut dari  Manchester United  di musim panas nanti. Ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang habis di musim panas nanti. Ada banyak klub yang dikabarkan berminat pada jasa pemain Timnas Brasil tersebut. Namun Casemiro dikabarkan memprioritaskan ingin tetap bermain di kompetisi top Eropa selepas cabut dari MU. Terbaru, Casemiro dirumorkan ingin pindah ke Italia. Ia kabarnya lagi intens berdiskusi dengan AC Milan untuk berkarir di Serie A pada musim depan. Bukan Target Transfer Milan Dalam kanal Youtubenya baru-baru ini, Romano menuturkan bahwa rumor Casemiro merapat ke AC Milan itu bukan kabar yang benar. Ia menyebut bahwa tidak ada diskusi antara manajemen Milan dan Casemiro. Pasalnya Rossoneri punya target tran...

Runtuhnya Juventus Jadi Alarm Keras bagi Wakil-wakil Italia di Eropa

  R88SLOT  -  Laga   Galatasaray   vs   Juventus   menjadi panggung kejutan besar pada leg pertama play-off fase gugur   Liga Champions   yang berlangsung penuh drama. Kekalahan telak 2-5 membuat wakil Italia itu berada di posisi genting sebelum tampil di kandang sendiri. Pertandingan di Istanbul awalnya berjalan sesuai harapan Juventus setelah mereka mampu membalikkan keadaan di babak pertama. Akan tetapi, keunggulan tersebut runtuh total setelah Galatasaray tampil agresif pada paruh kedua laga. Hasil ini bukan hanya persoalan skor bagi Juventus, tetapi juga membawa pesan penting bagi klub-klub Italia lainnya yang masih bertarung di kompetisi Eropa. Namun, kekalahan tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi dan kedisiplinan tetap menjadi faktor penentu di level tertinggi. Kronologi Kekalahan Juventus Gabriel Sara membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-15 sebelum Teun Koopmeiners membawa Juventus unggul lewat dua gol beruntun pada menit ...