Langsung ke konten utama
R88SLOT – Platform Game Online Modern dengan Pelayanan Cepat & Bonus Menarik

Como vs Inter Hanya Imbang 0-0, Fabregas Ogah Sebut Nerrazurri Favorit ke Final Coppa Italia


R88SLOT.NET - Laga leg pertama semifinal Coppa Italia antara Como dan Inter Milan berakhir tanpa pemenang. Duel di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, ditutup dengan skor 0-0 yang membuat segalanya masih terbuka.

Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, namun tak satu pun mampu memecah kebuntuan. Como mendapat kesempatan emas lewat Mergim Vojvoda dan terutama Alex Valle yang gagal memaksimalkan peluang dari jarak lima meter.

Di sisi lain, Inter juga hampir mencuri gol lewat Matteo Darmian. Bek sayap Nerazzurri itu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang hanya membentur tiang gawang.

Hasil ini membuat penentuan tiket final akan digelar di Giuseppe Meazza pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung 21 atau 22 April mendatang. Meski Inter akan bermain di kandang, Cesc Fabregas menolak anggapan bahwa lawannya otomatis menjadi favorit pemenang.


Bukan Soal Favorit, Fabregas Bicara Mentalitas

Secara logika, bermain di Giuseppe Meazza memberi keuntungan tersendiri bagi Inter. Namun pelatih Como, Cesc Fabregas, tidak ingin terjebak dalam label favorit atau tidak.

Fabregas menilai semifinal Coppa Italia adalah pencapaian besar bagi Como, terlepas dari siapa lawannya. Ia lebih melihat perjalanan timnya dibanding membandingkan kekuatan di atas kertas.

“Saya tidak tahu apakah Inter menjadi favorit sekarang, saya hanya tahu kami adalah Como dan mereka adalah Inter. Tentu ada mentalitas yang berbeda antara klub dan tim saat ini, setidaknya untuk saat ini. Kami terus berusaha meningkatkan standar,” kata Fabregas pada Sport Mediaset, via Football Italia.


Pertandingan Selanjutnya

Preview dan Review : AC Milan VS Inter Milan - Liga Italia | 9 Maret 2026

Pantau jadwal pertandingan, hasil pertandingan, head to head, dan statistik pertandingan AC Milan vs Inter Milan berikut ini.




Preview dan Review : Cagliari VS Como - Liga Italia | 7 Maret 2026

Pantau jadwal pertandingan, hasil pertandingan, head to head, dan statistik pertandingan Cagliari vs Como berikut ini.


Fokus Serie A Dulu, Leg Kedua Belum Jadi Prioritas

Fabregas juga menegaskan bahwa leg kedua masih cukup jauh untuk dipikirkan. Ia memilih memusatkan perhatian pada agenda Serie A yang sudah menanti dalam beberapa pekan ke depan.

Menurutnya, perjalanan Como hingga semifinal sudah melampaui ekspektasi banyak pihak. Ia mengingat kembali posisi timnya dua tahun lalu yang masih berkutat di Serie B.

“Kami bermain di semifinal Coppa Italia, jadi jika Anda memberi tahu penggemar Como atau bahkan saya tentang hal itu ketika kami berada di Serie B dua tahun lalu, saya ragu ada yang akan mempercayai Anda. Masih ada jalan panjang sebelum leg kedua, kami memiliki banyak pertandingan Serie A yang harus dimainkan terlebih dahulu, dan kami harus fokus pada pertandingan-pertandingan tersebut," tegasnya.


Lempar Tekanan ke Chivu

Dalam laga leg pertama, kedua pelatih membuat keputusan tak terduga. Inter hanya menurunkan satu penyerang tengah, sementara Como menggunakan Nico Paz sebagai false nine hampir sepanjang pertandingan.

Fabregas menilai pendekatan Inter kali ini berbeda dari biasanya. Ia bahkan menyebut performa timnya layak mendapat apresiasi karena mampu meredam dominasi tim tamu.

“Saya pikir pertanyaan sebenarnya adalah untuk Cristian Chivu, karena Inter datang ke sini dan bermain berbeda dari biasanya. Mereka mendominasi di Serie A, melakukan pressing ketat, tidak memberi ruang sedikit pun, dan saya rasa para pemain saya menampilkan performa yang luar biasa hari ini.”

Dengan pernyataan tersebut, Fabregas seolah melempar tekanan kepada pelatih Inter, Cristian Chivu, jelang leg kedua nanti. Semua masih terbuka, dan duel di Giuseppe Meazza dipastikan menjadi penentu sesungguhnya.


Klasemen Liga Italia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta! Semua Bek Takut dengan Lamine Yamal

R88SLOT -  Lamine Yamal   kembali menjadi pusat perhatian setelah mendapat pujian dari rekan setimnya di timnas Spanyol,   Aymeric Laporte . Pemain muda   Barcelona   itu disebut membuat para lawan merasa gentar setiap kali menguasai bola. Di usia 18 tahun, Yamal terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kemampuannya dalam menggiring bola bahkan kembali memunculkan perbandingan dengan legenda Argentina, Lionel Messi. Komentar tersebut datang di tengah performa impresif Yamal bersama klub dan tim nasional. Statistik dan pencapaiannya dalam dua musim terakhir memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola Eropa. ================================= Dari Debut di Usia 15 hingga Warisi Nomor 10 Yamal menjalani debut kompetitif bersama Barcelona saat baru berusia 15 tahun. Ketika itu, potensi besar sudah terlihat, meski belum banyak yang bisa memprediksi seberapa cepat ia akan berkembang. Tak sedikit pemain muda yang kesulitan berad...

Casemiro Gabung AC Milan? Begini Kata Fabrizio Romano

  R88SLOT.NET -  Pakar transfer Eropa,  Fabrizio Romano  buka suara terkait rumor  Casemiro  yang bakal bergabung dengan  AC Milan . Ia menyebut bahwa rumor itu sekedar angin lalu semata. Casemiro sudah memastikan diri cabut dari  Manchester United  di musim panas nanti. Ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang habis di musim panas nanti. Ada banyak klub yang dikabarkan berminat pada jasa pemain Timnas Brasil tersebut. Namun Casemiro dikabarkan memprioritaskan ingin tetap bermain di kompetisi top Eropa selepas cabut dari MU. Terbaru, Casemiro dirumorkan ingin pindah ke Italia. Ia kabarnya lagi intens berdiskusi dengan AC Milan untuk berkarir di Serie A pada musim depan. Bukan Target Transfer Milan Dalam kanal Youtubenya baru-baru ini, Romano menuturkan bahwa rumor Casemiro merapat ke AC Milan itu bukan kabar yang benar. Ia menyebut bahwa tidak ada diskusi antara manajemen Milan dan Casemiro. Pasalnya Rossoneri punya target tran...

Runtuhnya Juventus Jadi Alarm Keras bagi Wakil-wakil Italia di Eropa

  R88SLOT  -  Laga   Galatasaray   vs   Juventus   menjadi panggung kejutan besar pada leg pertama play-off fase gugur   Liga Champions   yang berlangsung penuh drama. Kekalahan telak 2-5 membuat wakil Italia itu berada di posisi genting sebelum tampil di kandang sendiri. Pertandingan di Istanbul awalnya berjalan sesuai harapan Juventus setelah mereka mampu membalikkan keadaan di babak pertama. Akan tetapi, keunggulan tersebut runtuh total setelah Galatasaray tampil agresif pada paruh kedua laga. Hasil ini bukan hanya persoalan skor bagi Juventus, tetapi juga membawa pesan penting bagi klub-klub Italia lainnya yang masih bertarung di kompetisi Eropa. Namun, kekalahan tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi dan kedisiplinan tetap menjadi faktor penentu di level tertinggi. Kronologi Kekalahan Juventus Gabriel Sara membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-15 sebelum Teun Koopmeiners membawa Juventus unggul lewat dua gol beruntun pada menit ...